mobil-donor

cucidarah

negatif-r

balai-pengobatan

banner-atas

Ramadan, Jumlah Pendonor Darah Turun

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Selama bulan Ramadan ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Yogyakarta mencatat adanya penurunan jumlah pendonor darah dibandingkan hari biasanya. Wajar saja, masyarakat tidak tahu bahwa kegiatan donor darah sebenarnya bisa juga dilaksanakan di malam hari, terutama selama bulan Ramadan. “Hanya waktunya saja yang harus diatur lagi, semisal setelah berbuka puasa atau sebelum dan sesudah salat tarawih,” jelas Ketua PMI Yogyakarta, Herry Zudianto, Jumat (27/7/2012).

Kegiatan donor darah malam hari ditempuh supaya pendonor tak mengalami kendala selama menjalankan ibadah puasa. Sehingga setelah itu, pendonor bisa berisitirahat pada malam harinya serta memberikan lagi nutrisi tubuh pada saat santap sahur.

Ia menambahkan, untuk saat ini, stok darah memang masih mencukupi, namun pihaknya mewaspadai kelangkaan darah nanti menjelang lebaran dan seminggu setelah lebaran yang biasanya ditandai dengan meningkatnya kebutuhan darah. Dengan demikian, langkah antisipasi perlu dilaksanakan mulai dari sekarang selama bulan Ramadan.

Herry menyebut dengan sistem jemput bola untuk mendekati para pendonor sehingga lebih mudah ketika hendak mendonorkan darahnya. Satu diantaranya dengan mendekati kalangan komunitas dan berbasis keagamaan semisal dengan cara menggandeng sejumlah masjid untuk melaksanakan donor darah setelah salat tarawih.

“Kemasannya harus lebih menarik dan mendatangi pendonor misalkan dengan berbasis masjid. Sejauh ini ada beberapa masjid yang sudah menyelenggarakan donor darah, jika ada yang lainnya dipersilahkan mengajukan kepada PMI Daerah,” jelasnya.

Sementara bagi masyarakat lainnya yang hendak mendonorkan darahnya, bisa dengan cara mendatangi kantor PMI. Pihaknya memastikan bahwa kantor PMI tetap buka selama bulan Ramadan bahkan dibuka selama 24 jam. (*)

PMI Citizen Media

Ayo Ikuti Long March PMR STEMBAYO
Apa itu Body Mass Index (BMI)
Manfaat Donor Darah

Lensa PMI